Bila bertemu dengan ibu-ibu pelanggan kami yang usianya diatas 60 tahun, biasanya mereka termasuk konsumen beras merah atau yang biasa disebut red/weedy rice. Rata-rata mereka memiliki cerita yang sama yakni tentang beras merah yang mereka konsumsi dimasa lalu. Menurut mereka bahwa di masa sulit, mereka dahulu memakan beras merah. Kala itu beras merah memang identik dengan kemiskinan, karena beras merah di Masa Orde Lama/awal Order Baru adalah beras yang biasanya hanya dikonsumsi oleh mereka yang kurang berada yang tidak mampu membeli beras putih. Mereka tidak pernah tahu kala itu kalau beras ini sekian puluh tahun kemudian menjadi beras yang cukup mahal, sejalan dengan kesadaran kesehatan masyarakat yang meningkat.
Kaya akan serat, mineral serta Vitamin B (thiamin, niacin dan ribofvavin) membuat beras merah ini menjadi pilihan gaya hidup. Konsumen beras merah ini dari hari ke hari semakin meningkat mulai dari anak-anak muda yang memang mulai menghindari kegemukan sampai mereka yang mulai baya sehingga memang sudah harus mengurangi makanan berkadar gula tinggi.
Bila anda belum pernah mencobanya, maka saat ini sudah waktunya untuk mencoba. Untuk langkah pertama, mungkin anda bisa memilih beras merah yang sosoh (pemrosesan lebih 1x) karena biasanya para lidah konsumen baru belum bisa menerima beras merah pecah kulit (sangat kenyal, keras dan hambar). Masaklah untuk sekali makan, beras merah yang baru matang memiliki rasa yang tidak jauh berbeda dengan beras putih sehingga kita tidak terlalu merasakan perbedaannya. Bila nasi dibiarkan terlalu lama di rice-cooker maka nasi merah ini akan cepat mengeras dan mungkin menurunkan selera makan kita. Bila anda sudah mulai terbiasa dengan beras merah sosoh, nah anda bisa meningkat ke beras merah pecah kulit, mulailah juga setahap demi setahap. Campurlah beras merah sosoh dengan merah pecah kulit sedikit demi sedikit, maka lama kelamaan anda akan terbiasa makan beras merah pecah kulit seluruhnya. Rasakan bahwa perut anda akan cepat kenyang dengan mengkonsumsi beras merah ini, andapun tidak perlu takut dengan berat badan anda.
Sedikit tips untuk anda : jangan terlalu memaksa untuk bisa makan beras merah ini dengan segera, tetapi lakukan setahap demi setahap untuk menghindari rasa bosan.
Nikmati dan rasakan gaya hidup sehat dan selamat mencoba.
Bila anda belum pernah mencobanya, maka saat ini sudah waktunya untuk mencoba. Untuk langkah pertama, mungkin anda bisa memilih beras merah yang sosoh (pemrosesan lebih 1x) karena biasanya para lidah konsumen baru belum bisa menerima beras merah pecah kulit (sangat kenyal, keras dan hambar). Masaklah untuk sekali makan, beras merah yang baru matang memiliki rasa yang tidak jauh berbeda dengan beras putih sehingga kita tidak terlalu merasakan perbedaannya. Bila nasi dibiarkan terlalu lama di rice-cooker maka nasi merah ini akan cepat mengeras dan mungkin menurunkan selera makan kita. Bila anda sudah mulai terbiasa dengan beras merah sosoh, nah anda bisa meningkat ke beras merah pecah kulit, mulailah juga setahap demi setahap. Campurlah beras merah sosoh dengan merah pecah kulit sedikit demi sedikit, maka lama kelamaan anda akan terbiasa makan beras merah pecah kulit seluruhnya. Rasakan bahwa perut anda akan cepat kenyang dengan mengkonsumsi beras merah ini, andapun tidak perlu takut dengan berat badan anda.
Sedikit tips untuk anda : jangan terlalu memaksa untuk bisa makan beras merah ini dengan segera, tetapi lakukan setahap demi setahap untuk menghindari rasa bosan.
Nikmati dan rasakan gaya hidup sehat dan selamat mencoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar