Selama hampir dua bulan, bukan tanpa kegiatan, kami benar-benar berusaha untuk bisa selamat terhadap gempuran-gempuran kenaikan harga beras, dan bagaimana supaya kenaikan ini tidak menggempur konsumen kami secara langsung.
Disisi lain ada berita gembira yang datang dari Laboratorium, hasil general check-up suami tercinta, dimana Kolesterol yang biasanya nangkring diatas 200, dan berkecenderungan naik setiap tahun, awal tahun ini mengundang takjub, karena akhirnya berhasil turun jauh dari angka 200. Pada waktu mengamati hasilnya, ada rasa tidak percaya, namun apa ya salah untuk laboratorium yang cukup representatif.
Bila hasil itu bisa benar, mungkin karena sudah hampir setahun ini, suami mengkonsumsi beras merah. Yang masih sering nakal adalah si penulis, karena sering mencuri-curi makan beras putih pada saat lidah lagi kepingin yang lain. Dugaan ini memang ini belum teruji secara klinis, tetapi apabila memang ada penurunan total kolesterol suami, saya hanya menduga semoga karena beras merah yang dikonsumsinya setiap hari. Semoga!
Untuk teman-teman yang lain, berani mencoba? Tak ada salahnya.