Kamis, 19 November 2009

Beras Merah.

Bila bertemu dengan ibu-ibu pelanggan kami yang usianya diatas 60 tahun, biasanya mereka termasuk konsumen beras merah atau yang biasa disebut red/weedy rice. Rata-rata mereka memiliki cerita yang sama yakni tentang beras merah yang mereka konsumsi dimasa lalu. Menurut mereka bahwa di masa sulit, mereka dahulu memakan beras merah. Kala itu beras merah memang identik dengan kemiskinan, karena beras merah di Masa Orde Lama/awal Order Baru adalah beras yang biasanya hanya dikonsumsi oleh mereka yang kurang berada yang tidak mampu membeli beras putih. Mereka tidak pernah tahu kala itu kalau beras ini sekian puluh tahun kemudian menjadi beras yang cukup mahal, sejalan dengan kesadaran kesehatan masyarakat yang meningkat.

Kaya akan serat, mineral serta Vitamin B (thiamin, niacin dan ribofvavin) membuat beras merah ini menjadi pilihan gaya hidup. Konsumen beras merah ini dari hari ke hari semakin meningkat mulai dari anak-anak muda yang memang mulai menghindari kegemukan sampai mereka yang  mulai baya sehingga memang sudah harus mengurangi makanan berkadar gula tinggi.

Bila anda belum pernah mencobanya, maka saat ini sudah waktunya untuk mencoba. Untuk langkah pertama, mungkin anda bisa memilih beras merah yang sosoh (pemrosesan lebih 1x) karena biasanya para lidah konsumen baru belum bisa menerima beras merah pecah kulit (sangat kenyal, keras dan hambar). Masaklah untuk sekali makan, beras merah yang baru matang memiliki rasa yang tidak jauh berbeda dengan beras putih sehingga kita tidak terlalu merasakan perbedaannya. Bila nasi dibiarkan terlalu lama di rice-cooker maka nasi merah ini akan cepat mengeras dan mungkin menurunkan selera makan kita. Bila anda sudah mulai terbiasa dengan beras merah sosoh, nah anda bisa meningkat ke beras merah pecah kulit, mulailah juga setahap demi setahap. Campurlah beras merah sosoh dengan merah pecah kulit sedikit demi sedikit, maka lama kelamaan anda akan terbiasa makan beras merah pecah kulit seluruhnya. Rasakan bahwa perut anda akan cepat kenyang dengan mengkonsumsi beras merah ini, andapun tidak perlu takut dengan berat badan anda.

Sedikit tips untuk anda : jangan terlalu memaksa untuk bisa makan beras merah ini dengan segera, tetapi lakukan setahap demi setahap untuk menghindari rasa bosan.

Nikmati dan rasakan gaya hidup sehat dan selamat mencoba.


Selasa, 17 November 2009

Beras Wangi Asli yang bagaimana?

Banyak sekali telepon atau pelanggan yang datang dengan pertanyaan yang seperti diatas. Bukan sekedar pertanyaan yang basa-basi karena saat ini memang banyak  beras diberikan pewangi pandan yang tidak alami. Biasanya pewangi berupa cairan yang disemprotkan dengan blower bertekanan pada beras yang akan dikemas.
Barang tentu pewangi yang tidak alami ini tidak akan bisa menggantikan wangi asli yang diciptakan oleh Tuhan. Karena beras yang ditambahkan pewangi tidak alami ini akan hilang sewaktu beras dicuci dan sudah barang tentu pada saat nasi matang wangi pandan yang disemprotkan tersebut tidak akan tersisa.

Inilah  informasi bagi para konsumen apabila anda ingin membeli beras pandan wangi yang asli:

  1. Beras pandan wangi berbentuk bulat, bukan panjang. Padi dari beras ini berbulu dan padinya lebih tinggi dari beras panjang. Beras panjang lokal biasanya tidak wangi, biasanya dari Varietas IR 64. Sedangkan beras Thailand yang panjang biasanya memiliki aroma wangi yang mirip dengan beras ketan bukan pandan wangi.
  2. Beras Pandan wangi yang asli memiliki aroma wangi yang sayup-sayup/aroma wanginya sangat tidak tegas apabila masih berupa beras. Aroma wangi akan mulai muncul apabila air yang dipakai untuk memasak mulai mendidih dan akan semakin harum bila nasi mendekati matang. Sedangkan beras yang ditambahkan pewangi akan memiliki sifat sebaliknya. Pada wangi masih berupa beras, beras ini beraroma pandan sangat tajam dan dimana bagi sebagian orang aroma ini lebih membuat pusing kepala.
  3. Apabila ada beberapa produsen yang menawarkan beras panjang dan wangi biasanya itu merupakan paduan dari beras panjang dan beras pandan wangi ( biasanya  komposisi beras panjangnya lebih dominan).
Untuk catatan: Raja Ratu tidak menyediakan beras yang disemprotkan pewangi yang tidak alami.







Minggu, 15 November 2009

Kutu Beras............... ampun!!!!

Kutu beras atau dalam bahasa latin Sitophilus Oryzae, adalah sejenis insekta yang biasa ada pada beras. Sekalipun kecil, biasanya binatang ini merupakan musuh para ibu. Sangat menyebalkan apabila beras sudah mulai berkutu. Terkesan sangat menjijikkan dan kotor.
Banyak ibu-ibu yang sangat antipati dengan kutu, namun ada juga yang menganggap itu bisa saja terjadi. Karena sikap yang antipati tersebut biasanya ibu-ibu menjadi melupakan unsur-unsur kesehatan. Lho kok? Mari kita telaah beberapa produsen beras yang sangat mudah mengambil keputusan memfumigasi beras tanpa mempertimbangkan unsur kesehatan bagi para penggunanya. Obat kimia yang digunakan untuk fumigasi biasanya tidak hanya mematikan kutu namun juga tikus! Bayangkan betapa dasyatnya obat kimia ini. Bayangkan bila beras yang kita konsumsi, ternyata diperlakukan seperti itu! Dampaknya? Kita tidak tahu persis, namun kalau seekor tikus bisa mati dengan obat ini bagaimana dengan kita.
Untuk itu ibu-ibu, jangan terlalu berlebihan memberikan response apabila beras ibu berkutu, berarti beras tersebut setidaknya memang tidak menggunakan obat anti kutu beras. Bayangkan akumulasinya obat tersebut bila terus menerus kita mengkonsumsinya.
Lebih baik, bila ada kutu dalam beras kita, ibu bisa membuka dan mengeluarkan beras dari tempatnya. Kemudian letakkan ditempat yang terbuka/dijemur, maka kutu tersebut akan pergi. Ada tips yang cukup bagus dari Harian kompas, yang mungkin berguna untuk ibu-ibu semua. Selamat mencoba

Jumat, 13 November 2009

Branded Rice!

Bila anda mengunjungi Supermarket atau Hypermarket maka anda akan menemukan berbagai macam merk beras dengan kemasan yang sangat menarik dan sudah barang tentu dengan berbagai ragam jenis berasnya.
Dengan tampilan yang sangat menawan, harga yang ditawarkanpun biasanya untuk menjangkau kalangan menengah keatas. Bagaimana anda mendapatkan barang-barang yang sama seperti di Hyper Market/Supermarket tapi dengan harga yang jauh lebih murah? Raja Ratu menjawab pertanyaan tersebut.
Mengapa kami bisa menawarkan barang yang sama dengan harga yang sangat terjangkau? Mari kita kalkulasi dengan pemikiran umum. Hyper Market atau Supermarket biasanya selalu berada di tempat yang harga sewa gedungnya sangat mahal. Untuk itu semua pemasok beras juga harus menyewa tempat yang toko mereka. Konon khabarnya pemasok juga harus menerima Payment term yang disodorkan oleh mereka yang boleh dibilang cukup lama. Nah, sudah pasti hal ini sangat menentukan harga akhir dari barang-barang tersebut.
Sekalipun Raja Ratu bergerak di sektor pasar Tradisional, namun kami menyediakan beras-beras yang ber-merk, untuk melayani pelanggan pelanggan kalangan atas. Hanya sekedar catatan, lokasi kami boleh dikatakan "tidak tradisonal". Raja Ratu menyediakan beras-beras seperti Beras Cap Topi Koki, Idola, Cantik Manis, 2 Koki kuning, SJ dan beras import Thai Farmer.

Kami hanya ingin memberikan knowledge untuk para konsumen, bahwa beras beras yang bermerk biasanya memang memiliki tampilan yang bagus. Seperti apa beras beras yang bagus? Beras yang bagus adalah beras yang biasanya berasal dari gabah yang berkualitas bagus, kering dan diproses (dikeringkan, digiling dan dipoles) dengan baik. Masalah rasa, biasanya masyarakat yang tinggal atau boleh dikatakan sejak kecil tinggal di Pulau Jawa akan menyukai beras pulen, sedangkan mereka yang berasal dari Sumatra seperti dari Padang mereka biasanya menyukai beras yang tidak terlalau pulen. Beras pulen berasal dari padi yang baru panen dan langsung diproses. Semakin lama gabah disimpan maka akan mengurangi tingkat kepulenan beras tersebut. Beras-beras yang bermerk sebenarnya juga beras biasa kita temui. Hanya biasanya dipilih kualitas yang bagus dan kering. Alasannya, karena biasanya beras-beras ini akan bertemu dengan para penggunanya tidak secepat beras curah. Supaya beras tidak mudah rusak, kadar kekeringan beras merupakan penentu utama.



Kamis, 12 November 2009

Sekilas Tentang Raja Ratu Beras

Raja Ratu, mungkin terdengar biasa, karena mereka adalah saling berpasangan. Seorang Raja akan didampingi seorang ratu. Namun sebenarnya nama itu secara tidak sengaja tercipta dari Bahasa Jawa Kuno....Lho kok bisa? Tentu bisa! Nama itu diambil dari kata "Kingkin" yang artinya prihatin. Kemudian nama itu diutak-atik dan dibuat sok Inggris "King-Queen" dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang resmi dan baku "Raja-Ratu".

Itu sejarah pengambilan keputusan untuk membuat nama TOKO Beras Raja Ratu.