Kamis, 07 Januari 2010

Mohon Maaf bila Harga Kami Naik.

Gempuran harga beras sejak awal November 2009, membuat kami ternganga. Mengapa? karena untuk kebutuhan pokok yang selalu dibeli oleh masyarakat, tidak semestinya kenaikan harga yang sedemikian tinggi dibiarkan oleh pemerintah.

Pagi ini, mendengar ulasan dari Kontan lewat Sonora, bahwasana ada beberapa oknum yang menggunakan kesempatan ini sebagai spekulasi. Menurut hemat saya pernyataan itu agak berlebihan. Secara logika kenaikan harga ini karena tidak ada antisipasi yang cukup dari pihak terkait. Mengapa saya katakan demikian? Karena secara kasat mata jelas akan terjadi kenaikan harga bila supply tidak mencukupi. Ketika saya melakukan perjalanan darat dari Jakarta sampai Jawa Timur kampung halaman saya, sejauh mata memandang saya belum menemukan padi menguning, rata-rata masih baru mulai tanam. Berarti memang masa tanam mundur dari seharusnya karena mungkin factor hujan yang menjadi penentu dalam musim tanam. Hal inilah yang memicu kelangkaan gabah sehingga memberikan kontribusi pada kenaikan harga beras yang dasyat.

Para pelanggan Raja-Raju, bagi saya pribadi, saya lebih menyukai harga stabil dan tidak ada inflasi. Sehingga bukan hanya anda yang sebagai pembeli yang merasa tidak senang dengan kenaikan harga beras, saya sendiripun merasakan ketidak-nyamanan dalam memberikan harga yang tidak stabil untuk anda semua. Secara jujur saya katakan, selama 1,5 tahun Raja-Ratu hadir, hampir tidak ada kenaikan harga selama kurun waktu tersebut. Kali ini saya sungguh meminta maaf apabila kami harus menaikkan harga karena memang kami sudah tidak kuat menyangga kenaikan harga, sekalipun kami sudah mengantisipasi lewat usaha menaikan jumlah stock sebelum harga benar-benar menggila.

Kita semua berharap musim panen tiba, Raja-Raju kembali memberikan yang terbaik untuk anda semua.